Coca‑Cola Indonesia Tingkatkan Upaya Pengumpulan Botol Plastik melalui Program ‘Recycle Me’ 2025
Coca‑Cola Indonesia kembali melanjutkan komitmennya dalam pengelolaan kemasan berkelanjutan melalui program ‘Recycle Me’ 2025. Memasuki tahun kelima pelaksanaannya, program ini dijalankan bersama para mitra strategis, yaitu Grab, Yayasan Mahija Parahita Nusantara, Amandina Bumi Nusantara, dan BenihBaik.com, sebagai upaya kolaboratif untuk mendorong pengumpulan dan daur ulang botol plastik PET secara bertanggung jawab.
Program ini diumumkan di Bali pada 15 Desember 2025, dan menjadi bagian dari pendekatan Coca‑Cola Indonesia dalam memperkuat ekonomi sirkular serta membantu mengurangi limbah kemasan plastik pascakonsumsi di Indonesia.
Apresiasi Daur Ulang dan Dukungan Sosial
Melalui program ‘Recycle Me’, konsumen yang berpartisipasi dalam pengumpulan botol plastik PET akan memperoleh apresiasi berupa saldo OVO. Selain itu, Coca‑Cola Indonesia akan menyumbangkan Rp1.000 untuk setiap botol PET yang terkumpul. Donasi tersebut disalurkan melalui BenihBaik.com dan Yayasan Mahija Parahita Nusantara untuk mendukung kesejahteraan para pahlawan daur ulang (pemulung).
Program ini berlangsung pada periode 27 November 2025 hingga 27 Februari 2026, dan terbuka bagi konsumen di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, serta Bali (Badung). Setiap peserta dapat mengumpulkan minimal 12 botol PET kosong dari produk Coca‑Cola apa pun untuk ditukarkan selama periode program. Sebanyak 23.000 peserta pertama juga berkesempatan memperoleh subsidi biaya pengiriman GrabExpress serta bonus saldo OVO.
Penguatan Ekosistem Daur Ulang PET
Botol PET yang dikumpulkan dalam program ‘Recycle Me’ akan dikirimkan ke Collection Center Mahija sebagai titik agregasi. Selanjutnya, botol tersebut diproses oleh mitra daur ulang PT Amandina Bumi Nusantara menjadi rPET (recycled PET), yang kemudian digunakan kembali sebagai bahan baku produksi botol baru. Proses ini berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap resin plastik murni (virgin).
Triyono Prijosoesilo, Senior Director of Public Affairs, Communications, and Sustainability PT Coca‑Cola Indonesia, menyampaikan bahwa program ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam upaya pengurangan limbah kemasan dan penguatan praktik ekonomi sirkular secara menyeluruh.
Perluasan Kolaborasi untuk Dampak Berkelanjutan
Pada tahun 2025, program ‘Recycle Me’ memperluas kemitraannya dengan Yayasan Mahija Parahita Nusantara dan BenihBaik.com. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengumpulan PET, tetapi juga pada pemberdayaan para pekerja informal melalui program pengembangan keterampilan serta pelatihan pengelolaan sampah organik berkelanjutan.
Ardhina Zaiza, Chairwoman of Yayasan Mahija Parahita Nusantara, menekankan pentingnya pendekatan sosial, teknis, dan kemitraan lintas sektor untuk memastikan sistem pengumpulan PET yang inklusif dan berkelanjutan.
Andy F. Noya, CEO & Founder of BenihBaik.com, menambahkan bahwa dukungan terhadap pengelolaan plastik yang bertanggung jawab dapat berjalan seiring dengan penguatan mata pencaharian para pahlawan daur ulang.
Peran Amandina dan Grab dalam Program ‘Recycle Me’
Sebagai bagian dari ekosistem daur ulang Coca‑Cola di Indonesia, Amandina Bumi Nusantara memproses botol PET pascakonsumsi menjadi rPET berkualitas tinggi untuk mendukung produksi botol baru. Hasan Hambali, Managing Director Amandina Bumi Nusantara, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor memegang peranan penting dalam memperkuat rantai nilai daur ulang di Indonesia.
Sementara itu, Grab Indonesia mendukung aspek logistik program melalui layanan GrabExpress, yang memudahkan pengumpulan dan pengiriman botol PET bekas dari konsumen ke pusat pengumpulan. Rivana Mezaya, Director of Digital and Sustainability Grab Indonesia, menyatakan bahwa partisipasi Grab dalam program ini sejalan dengan komitmen perusahaan menuju sistem bisnis yang lebih sirkular dan minim limbah.
Cara Berpartisipasi dalam Program ‘Recycle Me’ 2025
Program ‘Recycle Me’ 2025 dilaksanakan di wilayah Jabotabek, Bandung, Semarang, dan Bali (Badung), dengan total 12 pusat pengumpulan yang terdiri dari 9 titik di Jabotabek, 1 di Bandung, 1 di Semarang (Jalan Kranjang), dan 1 di Badung.
Tahapan partisipasi:
- Pendaftaran melalui situs resmi ‘Recycle Me’. https://www.coca-cola.com/id/id/offerings/recycle-me
- Pengiriman botol PET bekas ke pusat pengumpulan menggunakan GrabExpress.
- Penerimaan insentif saldo OVO serta kontribusi terhadap dukungan sosial dan lingkungan.
Program ‘Recycle Me’ merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Coca‑Cola Indonesia dalam mendorong pengelolaan kemasan yang lebih bertanggung jawab dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor.